Dharma, kata yang selalu ngelintas di pikiran gw beberapa minggu ini. Kata Dharma berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata dhr (baca: dri) yang artinya menjinjing, memangku, memelihara, mengatur, atau menuntun. Kalo kata Pakdhe Wiki, Dharma adalah jalan kehidupan yang berlandaskan kebenaran.
Tapi disini gw nggak mau nyeritain tentang arti kata Dharma lebih dalem lagi. Gw nggak mau nyeritain ajaran Dharma dalam beragama. Disini, gw mau nyeritain temen-temen baru gw, keluarga baru gw, yang punya kepiawaian masing-masing. Ada yang jago metikin gitar, ada yang pinter nyolek-nyolekin bass, ada yang ahli mencet-mencetin tuts keyboard, ada yang piawai gebukin drum, dan ada juga yang punya hobi teriak-teriak dengan nada yang tidak fals. Ya, keluarga baru gw itu adalah sebuah band, band yang bernama DHARMA.
Pertemuan ini diawalin sama pertemuan gw dengan suatu tempat. Waktu my father lagi ngasih seminar di Jogja (di salah satu hotel berbintang), gw sama temen gw (@mikdad) iseng-iseng main ke rooftopnya. DAN TERNYATA KEREN BENER PEMANDANGANNYA! Ada kolam renang, ada sofa-sofa, dan ada kursi-kursi gantung dipinggirannya. Pertama kalinya gw nemuin tempat kayak gini, di Jogja. Waktu itu siang, jadinya gw cuma fota-foto aja disana, maklum ndeso.
Beberapa hari setelah itu, gw baca tweetnya @KYANharizal, kalo di rooftop tersebut ada akustikannya setiap Kamis malam. Sebagai penggemar musik akustik, gw sangat penasaran pengen dateng!!! Sebenernya malam Jumat itu bentrok sama jadwal traktiran/makan-makan gratis di kafe gitu. Tapi karna rasa penasaran gw lebih tinggi daripada jiwa ke-anak kos-an gw (mental gratisan), gw rela deh nggak makan ‘Nasi Goreng Buntut’ (menu yang udah gw pilih buat makan malem) demi nonton akustikan.
Dan ke-rela-an gw itu ternyata sebanding bahkan kalah sama apa yang gw temuin di rooftop itu. Suasana yang keren dan sebuah pertunjukan yang apik dari temen-temen Dharma. Nggak berhenti sampe disitu, temen-temen Dharma nggak cuma mempertunjukkan sebuah performa yang bagus, tapi attitude mereka yang sangat nJawani menurut gw. Disaat break sesi pertama, satu persatu dari mereka turun, dan menyalami semua audiens yang ada, termasuk gw. Bukan sekedar salaman “Makasih ya udah dateng” yang gw rasain, tapi gestur mereka saat itu seakan ngomong “Kalo bisa kita bukan hanya hubungan sebatas penonton dan performer aja ya, tapi kalo bisa kita bertemen juga, bersahabat”.
Waktu itu gw iseng, nanya, apa sih arti kata Dharma? “Dharma itu artinya berbuat baik” jawab Tommy, sang vokalis. Dan setelah beberapa kali gw nonton mereka (bahkan gw jadiin jadwal wajib), mereka nggak cuma ber-Dharma di musik, tapi mereka juga ber-Dharma untuk orang-orang disekitarnya. Jarang ada yang seperti itu. Dan hingga kini, pertemanan kita nggak hanya berlangsung ketika mereka manggung, tapi merembet. Salah satunya adalah di dunia maya.
Setiap orang yang gw ajak nonton mereka, nggak pernah ada yang kecewa. Nggak pernah ada yang mengeluh bosan, nggak pernah ada yang bilang mereka itu sombong. Nggak pernah.
Yah, pokoknya semoga @dharmaformusic bisa terus melanjutkan aksi Dharma-nya itu, sampe kapanpun :)
